Halo..lanjut lagi yah sama acara jalan-jalan ke Saigonnya. Kali ini saya akan cerita makan malam saya di hari kedua di Saigon. Setelah tur keliling kota Saigon dan makan siang super enak di kedai yang jualan berbagai macam kerang, malam pun tiba. Loan mengajak kami untuk minum-minum kopi di sebuah cafe yang lumayan terkenal di kalangan anak muda Vietnam. Saya lupa nama tempatnya karena Loan mengusulkan beberapa macam tempat.
Menu di sini seperti cafe di Jakarta pada umumnya. Kami hanya memesan kopi susu dan menikmati suasana cafe yang dibuat dengan tema natural. Lumayan sih buat ngopi-ngopi sore bareng teman. Kemudian kami pun beranjak menuju tepi sungai Saigon untuk melihat-lihat river cruise di malam hari. Sungguh menyenangkan berjalan-jalan di tepi sungai seperti itu. Beberapa orang banyak yang sedang memancing, bahkan ada yang berhasil menangkap semacam ikan lele yang sangat besar.
Setelah kami berkeliling-keliling cukup jauh, saya melihat sebuah tempat makan pinggir jalan unik yang menjual sosis sapi dibungkus daun lalot dan kemudian dipanggang. Dimakan dengan rice paper dan dipping sauce beserta lalap khas Vietnam. Rasanya ruaarrr biasaaa..saya suka sekali..sosisnya smoky dan dipadu dengan dipping sauce yang asam manis pedas. Hmmmm...enakkkk
Saya sempat berusaha memotret ibu-ibu yang sedang memanggang sosis ini, hanya saja ia tidak mengizinkannya karena takut fotonya dipakai untuk hal lain, saya bingung juga ya, buat apa juga saya melakukan itu. Loan kemudian memberi tahu saya bahwa sebenarnya berjualan di pinggir jalan seperti itu melanggar aturan, sehingga ibu itu sepertinya takut apabila fotonya dipakai untuk melaporkan dia. Akhirnya saya mengalah dan melanjutkan untuk menghabiskan makan malam saya :)
Monday, April 1, 2013
Friday, February 22, 2013
Wisata Kuliner Saigon Part I
Memang hidup saya itu ga bisa jauh-jauh dari seputar makanan. Makanya ga heran saya chubby kek gini. Buat saya ga afdol banget kalo jalan-jalan ke suatu tempat dan ga mencoba makanan khas tempat tersebut.
Tahun lalu saya berkesempatan mengunjungi kota Saigon di Vietnam. Kota ini dulunya merupakan ibukota lama dari Vietnam. Kalo melihat Saigon serasa melihat Jakarta beberapa waktu yang lalu di mana belum terlalu banyak mal dan gedung tinggi seperti sekarang. Lalu lintas kota Saigon jangan ditanya, kayaknya banyakan jumlah motornya daripada manusianya. Menyebrang jalan di Saigon membutuhkan perjuangan karena harus menembus belantara motor yang gak berhenti-henti datang.
Sayangnya saya ga punya gambar lalu lintas di Saigon yang dipadati sama motor-motor itu. Jadi saya ngambil dari google aja yah..
I know sekilas kayak Jakarta yah tapi menurut saya , jalanan Jakarta tuh lebih gede, dan motor-motornya lebih dikit (tapi sedikitt). Hehehe...
Kuah soto Vietnam ini mirip bakso dan soto. Sepertinya sih kaldunya terbuat dari pork (oh iya sebagai catatan memang kebanyakan makanan yang saya temui di sini non halal). Soto ini terdiri dari bihun dan daging ayam, udang, babi. Rasanya sangat enak, kalo mau pedas tinggal ditambahkan irisan cabe rawit yang lumayan judes rasanya buat saya dan perasan jeruk nipis, slurrpp..seger deh. Seporsi soto Vietnam ini 30000 VND alias IDR 15000 saja. Murah kan?
Keesokkan harinya saya jalan-jalan keliling Saigon ditemani local guide dari Saigon Hotpot. Saya mengunjungi Gereja Katedral Notre Dame, Saigon Central Post Office, dan War Remnants Museum.
Pulang berkeliling tentu membuat kami lapar, saya kemudian meminta kepada local guide saya, Loan, untuk menunjukkan tempat makan untuk yang biasa dikunjungi orang lokal tapi bukan tempat untuk turis. Biar khas gitu, maksudnya. Loan pun mengajak kami makan siang di sebuah restoran yang menjual berbagai macam kerang dan siput. Sekali lagi saya tidak tahu nama-nama makanan tersebut karena menunya dalam bahasa Vietnam dan orang-orang di sana tidak berbahasa Inggris. Saya memang ingin sekali merasakan pengalaman kuliner lokal yang seru seperti ini.
Makanannya enakkkk sekali. Kerang,siput, dan keong diolah dengan berbagai macam bumbu dan dimakan dengan lalapan ala Vietnam yang terdiri dari sayuran dan dedaunan yang rasanya eksotis banget beserta sambal khas Vietnam Nuoc Cham. Saya saking sukanya ingin membawa pulang karena di Jakarta saya ga pernah nemu daun seperti itu. Pengganti nasi adalah roti baguette yang cukup mengenyangkan.
Writing this post makes me hungry. LOL.. So I'm going to have lunch now. Saya akan lanjutkan cerita kuliner saya seputar Saigon pada postingan berikutnya yah.. Oh iya sekali lagi, makanan di Saigon ini murah-murah. Kayaknya saya makan bertiga ga nyampe 200.000 VND deh. Cheers!
Tahun lalu saya berkesempatan mengunjungi kota Saigon di Vietnam. Kota ini dulunya merupakan ibukota lama dari Vietnam. Kalo melihat Saigon serasa melihat Jakarta beberapa waktu yang lalu di mana belum terlalu banyak mal dan gedung tinggi seperti sekarang. Lalu lintas kota Saigon jangan ditanya, kayaknya banyakan jumlah motornya daripada manusianya. Menyebrang jalan di Saigon membutuhkan perjuangan karena harus menembus belantara motor yang gak berhenti-henti datang.
Sayangnya saya ga punya gambar lalu lintas di Saigon yang dipadati sama motor-motor itu. Jadi saya ngambil dari google aja yah..
http://i381.photobucket.com/albums/oo259/Sebastionbear/motorcyclemayhemvietnam.jpg |
Okeh, saya di sini kan sbnrnya mau ngomongin kuliner khas Saigon yah..Jadi let's go back to the topic.
Saya nyampe di Saigon itu kalo ga salah sekitar jam 8 berdua dengan teman saya. Jam segitu di Saigon masi rame bukan main. Berhubung nginep di daerah turis (seperti Jalan Jaksanya Saigon) Pham Ngu Lao, maka mencari makanan mustinya bukan masalah kan. Cuma karena saking banyaknya pilihan, malah jadi bingung mau mencoba yang mana dulu. Akhirnya setelah berkeliling-keliling selama setengah jam lebih, kami memutuskan untuk makan di suatu tempat yang menjual semacam soto khas Vietnam, Bo Bun Hue (kalo saya salah sebut mohon dimaafkeun yah karena saya lupa nyatet dan nama makanan Vietnam agak ajaib buat orang yang baru pertama kali denger)
Keesokkan harinya saya jalan-jalan keliling Saigon ditemani local guide dari Saigon Hotpot. Saya mengunjungi Gereja Katedral Notre Dame, Saigon Central Post Office, dan War Remnants Museum.
![]() |
| inside Central Post Offfice Saigon |
![]() |
| Notre Dame Cathedral Saigon |
Pulang berkeliling tentu membuat kami lapar, saya kemudian meminta kepada local guide saya, Loan, untuk menunjukkan tempat makan untuk yang biasa dikunjungi orang lokal tapi bukan tempat untuk turis. Biar khas gitu, maksudnya. Loan pun mengajak kami makan siang di sebuah restoran yang menjual berbagai macam kerang dan siput. Sekali lagi saya tidak tahu nama-nama makanan tersebut karena menunya dalam bahasa Vietnam dan orang-orang di sana tidak berbahasa Inggris. Saya memang ingin sekali merasakan pengalaman kuliner lokal yang seru seperti ini.
Makanannya enakkkk sekali. Kerang,siput, dan keong diolah dengan berbagai macam bumbu dan dimakan dengan lalapan ala Vietnam yang terdiri dari sayuran dan dedaunan yang rasanya eksotis banget beserta sambal khas Vietnam Nuoc Cham. Saya saking sukanya ingin membawa pulang karena di Jakarta saya ga pernah nemu daun seperti itu. Pengganti nasi adalah roti baguette yang cukup mengenyangkan.
![]() |
| Pesta kerang dan keong |
![]() |
| kesukaan saya..kerang ditumis pake samchan alias pork lard |
![]() |
| semacam keong yang dimasak pake santan dan cabe |
![]() |
| tiram super gede |
![]() |
| Ini loh dedaunan yang saya maksud dan nuoc cham |
![]() |
| keong ini dimasak pake saus tamarind alias asam jawa |
![]() |
| Buku menu. Oc itu kerang kalo ga salah |
Writing this post makes me hungry. LOL.. So I'm going to have lunch now. Saya akan lanjutkan cerita kuliner saya seputar Saigon pada postingan berikutnya yah.. Oh iya sekali lagi, makanan di Saigon ini murah-murah. Kayaknya saya makan bertiga ga nyampe 200.000 VND deh. Cheers!
Thursday, February 21, 2013
After a while..
Sebenernya bingung mau nulis apa, banyak hal yang mau saya ceritakan. Pada awalnya blog ini diperuntukkan untuk menulis seputar hobi baking saya. Tapi dikarenakan banyak hal juga yang sebenernya menarik buat ditulis, jadi saya mengubah konsep blog ini menjadi tulisan saya mengenai tiga hal yang selalu menarik buat saya yaitu baking, eating, dan traveling.
Mungkin untuk posting kali ini saya lebih banyak memuat foto-foto baking saya selama 3 tahun ini.
Yeps, setelah berulang kali trial and error, akhirnya saya bisa membuat berbagai macam macaron dan beberapa jenis kue. Lebih seringnya sih memang macarons and I earn money from that :)
![]() |
| Lots of macarons!!! |
![]() |
| macarons in a special box |
Kadang-kadang juga di saat masih rajin, decorated cake with fondant.
![]() |
| Christmas cupcakes |
| FC Barcelona themed cupcakes |
And other baked goods that I will post in the future time. Cheers!
Thursday, December 2, 2010
Christmas Sweets
It's December already...wheeww..Time flies so quickly. I haven't been blogging for so long. I've been spent my time for doing my baking project and feel so lazy to write down about it. It's like that I've been so tired sometime and ended up with relaxing my body in my bed instead of turning on my laptop after doing some bakes.
Okay, since it's December so of course it's time to celebrate Christmas. I always love Christmas..Those red and green colors in everything always lift up my mood. Welcoming this holiday season I've baked some sweet Christmas treats like ginger cookies, macarons, and cupcakes.
For Christmas ginger cookies I used some mixed spice from ginger powder, cinnamon, clove, and star anise. The cookies smell so good even I only put 3 teaspoon of the mixed spice for every 2 cups of flour. I used a meringue powder for the royal icing instead of a raw egg white. This is the first time I used a meringue powder and I am happy with the result.
My Christmas macarons consist of two flavors, chocolate mint and chocolate spice. I'm still looking for better idea for more Christmassy flavor :). And I think the green one is not to green. I want it more green. I guess I have to use a powder food coloring.
And of course Christmas themed cupcakes will cheer up the holiday feeling with cute figurines and decorations. I made vanilla cupcake with blueberry feeling and chocolate cupcake with silky chocolate ganache. So yummy!
I know it's too early to say but I just want to wish you Merry Christmas! Have a happy holiday! ^_^
Subscribe to:
Posts (Atom)



















